PLBN Sei Kelik Akan Berdampak Pada Ekonomi Masyarakat Lokal

SINTANG-Terkait Pembangunan PLBN Sungai Kelik merupakan salah satu bukti Indonesia merupakan negara besar dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Namun demikian, Pembangunan PLBN Sungai Kelik yang memiliki fungsi utama sebagai pos kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan keamanan harus lebih dioptimalkan, terutama dalam mendorong roda ekonomi perbatasan,ujar Anggota DPRD Sintang, Dapil Sintang 2, dari PKB Alpius.(15/11). "Mendorong roda perekonomian yang dimaksud bukan sebatas barang saja, namun apa yang menjadi komoditas utama di wilayah tersebut, seperti karet dan lada. Kalau sawit kan kebanyakan milik perusahaan," ujarnya. Artinya, lanjut Alpius Selain untuk mengangkat harkat Bangsa Indonesia di perbatasan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) juga diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat lokal. "Oleh karena itu, kata Hermawan, pengembangan kawasan perbatasan harus memperhatikan aspek tersebut. Jika tidak, penduduk lokal sebagai penerima manfaat, tidak terlibat," tambahnya. Untuk itu dirinya berharap jika pembangunan PLBN tersebut selesai dilakukan, nantinya dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan mendorong layanan sejumlah infrastruktur lainnya dikawasan tersebut. "Ini akan membangun image negara lain kepada Indonesia khususnya ekonomi akan berbeda, artinya negara lain akan percaya bahwa ekonomi kita semakin baik," ujarnya. Seperti diketahui, pada tahun 2019, Kementerian PUPR akan membangun 4 PLBN Terpadu dari 11 PLBN yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Tujuh PLBN lainnya yang akan dibangun tahap selanjutnya yakni PLBN Serasan di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Oepoli di Kabupaten Kupang dan Napan di Kabupaten Timur Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yetetkun Distrik Waropko di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua, Long Nawang di Kabupaten Malinau, Jasa-Sei Kelik di Kabupaten Sintang, dan Labang di Kabupaten Nunukan di Provinsi Kaltim,bebernya.(JRF).
Diberdayakan oleh Blogger.