Penjelasan Bupati Sintang Terkait Kebijakan Yang Di Ambil Dalam Menghadapi Covit-19 Di Sintang



Saat Rapat pembentukan Gugus Tugas Penanganan Dan Upaya penangkalan Penyebaran Covit-19 Di Kabupaten Sintang Beberapa Hari Lalu yang Di ketuai Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah.

Sintang. Bupati Sintang menjelaskan Kabupaten Sintang sudah mengambil langkah melalui imbauan yakni harus menjaga jarak sosial atau social distancing, dimana mengurai tempat yang paling crowded atau keramaian di Sintang. Seperti taman bungur sintang yang sering ramai pada sore hari, pasar masuka, pasar junjung buih dan pasar inpres di pagi hari karena tempat transaksi jual beli sehari-hari masyarakat yang padat. 

Untuk kegiatan event-event sudah di imbau untuk di batalkan atau di tunda semuanya, selanjutnya sekolah-sekolah dan tempat ibadah akan menyusul, ungkap Bupati.

Untuk sekolah dan tempat ibadah Jarot meminta harus di siapkan untuk koordinasinya, tempat ibadah dapat berkoordinasi dengan MUI dan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang, serta Keusukupan dan Denominasi Gereja-Gereja Protestan yang ada di Kabupaten Sintang. 

untuk sekolah Bupati meminta kepala dinas pendidikan menyiapkan protokol belajar dari rumah baik untuk sekolah-sekolah yang berada di kota sintang, kota kecamatan maupun di pedalaman-pedalaman yang tidak ada jaringan internet, sehingga suatu waktu dapat mengambil langkah meliburkan sekolah ketika protokol belajar dari rumah tersebut sudah siap.

terkait edaran mengenai work from home atau bekerja dari rumah. Bupati mengatakan Hal tersebut belum di aplikasikan karena protokol kerjanya belum di susun seperti apa jika nantinya ASN di Kabupaten Sintang harus bekerja dari rumah. 

"kita tetap menganggap ini masalah besar, pandemic di 152 negara, karena kita percaya ini adalah penomena puncak gunung es, yang ketahuan itu sedikit, kenyataan bisa banyak, tapi kita jangan panik, kita harus terukur, kita harus optimis mampu mencegah dan mengatasinya, mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Sintang tetap aman"pungkas Jarot. (ed)

Diberdayakan oleh Blogger.